introdarkness_1

Star Trek Into Darkness: A pleasing, though a bit deceiving, journey to greatness

star-trek-2-into-darkness-poster

Dalam petualangannya sebagai kapten Enterprise, Kirk (Chris Pine) melanggar aturan utama Starfleet demi menyelamatkan nyawa Spock (Zachary Quinto). But being the Vulcan he is, Spock tidak bisa tidak memberikan laporan penuh yang berujung pada penurunan pangkat Kirk dan Admiral Pike (Bruce Greenwood) mengambil alih kembali kepemimpinan Enterprise.

Tak lama kemudian, pusat data Starfleet diserang oleh John Harrison (Benedict Cumberbatch) dan seluruh high ranking officers dikumpulkan untuk emergency meeting. Harrison sekali lagi melakukan penyerangan, dan meskipun Kirk berhasil melumpuhkan gunship Harrison, Harrison tetap berhasil kabur dan korban tetap jatuh.

Didorong oleh keinginan balas dendam, Kirk pun meminta izin pada Admiral Marcus (Peter Weller) untuk membawa Enterprise melakukan sebuah misi: memburu dan mengeksekusi Harrison.

So, shall we begin?

introdarkness_2

Sejujurnya, dari awal nonton film ini, saya langsung was was. Karena saya bingung. Gimana caranya saya bisa nulis review tanpa merubahnya menjadi Cumberbatch appreciation post, atau a fangirl rant about the Enterprise crew? Yah, susah emang kalau habis nonton film starring celebrity crush(es) yang semuanya bikin jejeritan apa fangirl ababil.

Cumberbatch aside, Into Darkness menurut saya memang merupakan sebuah film yang bagus dengan jalan cerita yang kuat. Walaupun sejujurnya, saya merasa agak…”ditipu” oleh judul dan tagline “where no man has gone before”. Mungkin, saya sedikit mengharapkan film petualangan slash menjelajah daerah baru gitu. Tapi saya gak protes kok. Roberto Orci, Alex Kurtzman, dan Damon Lindelof menuliskan petualangan lain yang jauh lebih menegangkan. Dan dengan J.J.Abrams sebagai kaptennya, Into Darkness siap untuk membawa penontonnya dalam sebuah perjalanan yang dijamin, memuaskan.

Saya suka sekali sama bagaimana cerita Into Darkness berkembang, bagaimana setiap langkah yang saya ambil di bawah arahan Abrams perlahan membawa saya mengungkap kelanjutan cerita yang, well, gak kebayang deh kalo jadinya gak begitu. Ya emang harus kayak gitu ceritanya, gak bisa dirubah lagi. Udah pakem. Dan Abrams mempertahankan tensi setiap adegan, membawa saya berlari dari satu tempat ke tempat lain, silih berganti merasakan berbagai emosi tanpa sekali pun merasa perlu melirik jam. Saya jarang lo gak ngecek jam, entah kenapa #sekilascurcol

Yang paling penting, meskipun Into Darkness sarat emosi, Abrams tidak lupa menyelipkan berbagai humor yang menyegarkan. Dan jenisnya pun yang saya suka, dari berbagai dialog random yang bikin saya ketawa. Chekov itu nggemesin banget demi apa. Spock juga selalu sukses bikin saya nyengir. Dan tentunya, well, saya gak bisa melupakan satu joke besar yang bikin saya ketawa ngakak, nyaris teriak “WTF” dan hampir, hampir, hampir merusak suasana yang sudah dibangun di film. Idk, but at that exact moment, rasanya saya pengen nyodorin buku yang lagi sering saya baca ke Abrams. Judul bukunya? Writer’s Digest Character Name Sourcebook #troll

Tapi tentunya, Abrams gak akan bisa bikin Into Darkness jadi se-ihwaw ini tanpa kru yang tepat. Dan sejak Star Trek di tahun 2009 dulu, Abrams sudah sukses membuat saya jatuh hati pada kru Enterprise. Semuanya. Cinta mati sama Spock, fansnya Bones, gemes banget sama Chekov, sayang sama Scotty, dan worship Sulu. Weirdly, saya gak terlalu suka Kirk. Yah suka sih, tapi somehow saya gak terlalu suka sama bentuknya Chris Pine.

introdarkness_3

Okay, cukup fangirlingnya. Jajaran pemain yang bekerja di bawah arahan Abrams untuk membawa Enterprise menjelajahi angkasa dan mengejar Harrison ini berhasil berkerja sama dengan baik dan membangun karakter yang solid. Chris Pine masih berhasil menampakkan Kirk yang filled with bravado, tapi juga seemosional dan bisa sevulnerable itu. Senyebelin tapi se…weirdly charming itu. Zachary Quinto udah jadi Spock yang keliatannya dingin, kalkulatif, dan minta ditendang tapi bisa nge-reverse dan nunjukkin half-human side yang just…amazing. Karl Urban, Simon Pegg, John Cho, sama Anton Yelchin juga melebur dengan karakter masing-masing dan memberikan warna tersendiri bagi Eneterprise dan Into Darkness. Zoe Saldana sebagai letnan Uhura juga terlihat fierce tapi rapuh dan emosional.Peter Weller yang jadi Admiral Marcus justru tampak meyakinkan, formidable, dan berkuasa. Bruce Greenwood juga memorable sebagai Captain Pike. Tapi, tapi, entah kenapa saya merasa Alice Eve gak terlalu maksimal sebagai Carol Marcus. Peran dia, di mata saya, entah kenapa lebih jadi pemanis dan dia juga gak se…menakjubkan itu. Gatau juga ya, mungkin ini pengaruh saya sempet sedikit meleng pas liat trailernya dan ketipu ngira dia adalah Billie Piper, aktris cewek paling beruntung sedunia – in my fangirl opinion. Sebagai gantinya, saya justru dapet surprise appearance dari Noel Clarke a.k.a Mickey!

Tapi Into Darkness gak akan bisa se-kick ass itu kalau gak ada villain yang nampol kan ya. Kalau gak ada sosok penjahat formidable yang bisa bikin Kirk se-desperate itu. Yang bisa mengancam Starfleet dan mengobrak-abrik Enterprise. Yang di poster berdiri di tengah kayak tokoh utama #loh. Dan penjahat ini dimunculkan oleh none other than Benedict Cumberbatch. Angkat topi buat Cumberbatch yang bisa menunjukkan berbagai raw-emotion dengan baik. Dan.terutama karena dia sukses melepaskan image Sherlock (yang lagi syuting season 3 loh. Yippie!) yang saya pikir udah sangat melekat dengan dia. Apalagi mengingat baik Sherlock maupun John (JOHN! #okeinilokal) kan sama-sama dingin gimana gitu. Nyatanya, image frail Sherlock menguap dan yang ada di layar sepanjang film adalah sosok penjahat kejam yang sangat formidable dan bikin bulu kuduk berdiri.

So that’s it. Tetep aja ada satu paragraf Cumberbatch appreciation post, dan satu paragraf fangirl rant. But all in all, Into Darkness memang bagus, banget, dan menurut saya sangat wajib tonton. Lebih recommended daripada Iron Man 3 deh. Biarpun well, ada satu pertanyaan yang terus nagging di belakang benak saya: What happenned to the Klingons?

Ohiya, satu lagi yang bikin saya suka, banget, sama Into Darkness, adalah entah kenapa, ada banyak banget local jokes yang nyambung banget sama saya dan teman-teman saya. Cumberbatch, Mickey, Marcus, Spirk, banyak banget lah. Dan film ini fandom clash banget ya buat saya, bikin saya ribut ketika ngeliat Mickey-nya Doctor Who dialog sama Cumberbatch-nya Sherlock. Feels ;_;

introdarkness_7

Director: J.J. Abrams. Writer: Roberto Orci, Alex Kurtzman, Damon Lindelof. Released on: 15 Mei 2013. Casts: Chris Pine, Zachary Quinto, Benedict Cumberbatch, Zoe Saldana, Karl Urban, Simon Pegg, John Cho, Anton Yelchin, Bruce Greenwood, Peter Weller, Alice Eve, Noel Clarke.

One thought on “Star Trek Into Darkness: A pleasing, though a bit deceiving, journey to greatness

  1. Film ini dahsyat. Adegan yg paling berkesan jstru buatku adalah di awal2, ketika Enterprise keluar dari laut dan para makhluk Planet Nibiru melongo abis dan akhirnya menjadikan Enterprise sebagai sesembahan mereka. Wuih, keren……… Penjiwaan para Aktor dan Aktrisnya jg luar biasa. Aku aja yg cowok sampai berkaca-kaca, teraduk-aduk emosinya, terutama ketika Kirk “mati” dihadapan kawan setianya, Mr.Spock. Super mengharukan….. Aku sampai nonton 2 x !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s