django_4

Django Unchained: A nice example of how love can be the strongest motivation for vengeance

DjangoUnchainedOfficialPosterPT

Django (Jamie Foxx), seorang budak kulit hitam yang akan dijual oleh Speck bersaudara, mendapatkan keberuntungan tidak terduga ketika dalam perjalanannya ia dibeli oleh seorang dokter gigi berkebangsaan Jerman bernama Dr. King Schultz (Christoph Waltz). Alasannya? Semata-mata karena ia mengetahui rupa Brittle bersaudara.

Berbeda dengan penampilannya, Dr. Schultz ternyata adalah seorang bounty hunter, dan ia tengah mengejar Brittle bersaudara. Perburuan ini menjadi kerja sama pertama antara Schultz dan Jango, sebuah awal dari partnership yang terus berlanjut dengan satu tujuan utama: membebaskan Broomhilda (Kerry Washington), istri Django yang kini ada di tangan Calvin J. Candie (Leonardo DiCaprio).

django_2

Quentin Tarantino dan Christoph Waltz as a German. Otomatis, otak saya langsung melayang ke Inglorius Basterd, sebuah film yang sukses menjadi film favorit saya di tahun 2009 itu, dan saya pun jadi mengharapkan adegan action yang se-epic film gila Tarantino sebelumnya itu.

Dan Django Unchained yang tidak hanya disutradai namun juga ditulis oleh Tarantino ini berhasil memenuhi ekspektasi saya sekali lagi. Biarpun di satu sisi saya semacam sudah bisa menebak-slash-mengharapkan partnership berkelanjutan antara Schultz dan Django, tapi saya tetap dibikin betah melihat bagaimana partnership dan persahabatan antara dua orang ini berkembang. Tapi saya juga tetep harus mengakui, bagian itu sedikit banyak terkesan sebagai hanyalah prolog atau pembuka – yang bisa ada bisa tidak – sebelum film ini memasuki masalah utamanya, yaitu usaha mereka berdua untuk membebaskan Broomhilda atau Hildi. Dan baru saat itu film ini benar-benar membuat saya terpaku di tempat tanpa bisa sedikitpun mengalihkan perhatian saya dari layar bioskop.

Dari segi karakterisasi, entah kenapa…saya merasa bahwa selain Django, karakter-karakter di film ini agak kurang dikembangkan dengan baik. Iya, Christoph Waltz memang sangat meyakinkan dan juga sangat lovable sebagai seorang Jerman yang tidak menyukai perbudakan dan memperlakukan Django bak manusia, tapi tetap saja saya sedikit-banyak merasa bahwa seharusnya karakter dia bisa digali lebih dalam lagi. Terus sebenernya saya agak dibingunkan oleh bagian di mana Django bilang bahwa nama istrinya Broomhilda dan Schultz keliatan sangat kaget terus ada flashback tentang Hildi. Butuh beberapa waktu buat saya menyadari bahwa itu flashbacknya Django dan bukan flashbacknya Schultz, dan bahwa Schultz beneran kaget karena Broomhilda adalah nama tokoh utama sebuah legenda di Jerman. Atau mungkin itu cuma saya aja yang agak kurang konsentrasi, mungkin.

Leonardo DiCaprio juga gak perlu ditanya sih ya. I really love the antagonist Candie, dan dia juga meyakinkan dengan perannya sebagai spoiled rich white kid yang benar-benar menganggap semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang dan bahwa budak-budak yang telah dia beli itu adalah propertinya yang bisa dia perlakukan seenaknya. Tapi masalahnya sama, karakternya gak dalem. Not that it looks like he got much to tell about sih, but still…yeah.

Terus saya juga kecewa banget karena Broomhilda itu di situ semacam jadi pajangan yang gunanya memang cuma buat diselamatkan gitu. Tapi mungkin itu karena di masa itu status dia gak memberikan banyak kesempatan bagi dia buat berperan, dan dia masih trauma. Mungkin. Satu lagi yang juga saya sayangkan adalah tidak adanya kejelasan kenapa si Stepehn itu sangat-sangat setia sama Candie. Setia banget gak ngerti lagi. Somehow, di mata saya dia jadi seperti a bitter old man yang karena dia terjebak sebagai budak dan gak bisa bahagia selamanya, jadi gak rela banget liat sesama kulit hitam lain bebas dan bahagia. Oh dan last but not least, saya entah kenapa malah agak sedikit antipati sama Django yang terkesan terlalu terpaku sama usahanya menyelamatkan Broomhilda sampai semacam menghalalkan berbagai cara gitu. But then again, all is fair in love and war, no?

All in all sih, saya suka (banget) dan juga merasa puas karena Django Unchained berhasil melebihi ekspektasi saya dan memberikan sebuah hiburan yang menyenangkan, biarpun masih bisa ditingkatkan lagi di bagian cerita dan karakterisasi. Am not going to protest, though. All the massacre and shooting was more than enough to appease me. Dan bagian dog-eat-people itu juga…memorable. Biarpun admittedly, saya gak nonton sepenuhnya pas bagian itu. Pencitraan dikit, ceritanya.

Oh dan satu lagi yang menurut saya agak menganggu. Ini film kan tentang Amerika di masa pasca Civil War yak, tentang koboi dan perbudakan gitu. Why in the world di tengah-tengah adegan yang kental banget old west feel-nya, tiba-tiba soundtracknya lagu rap?

django_3

(PS: Mulai postingan ini, saya akan meniadakan bagian rating dan sekedar mengomentari saja, karena mengingat semua orang pasti punya penilaian yang berbeda terhadap sebuah film dan saya tidak merasa sepantas itu untuk menilai sebuah film dengan hanya berdasarkan pengetahuan saya yang masih terbatas ini)

django_4

Director: Quentin Tarantino. Writer: Quentin Tarantino. Released on: 13 February 2013. Casts: Jamie Foxx, Christoph Waltz, Leonardo DiCaprio, Kerry Washington, Samuel L. Jackson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s