hunger_games_ver24

The Hunger Games : It’s all about the game

Di masa depan, Amerika Utara runtuh dan sebagai gantinya berdiri lah sebuah negara bernama Panem. Panem terbagi menjadi Capitol dan 12 distrik di bawahnya. Setiap tahun, anak – anak berusia 12 – 18 tahun menghadapi sebuah teror yang dikenal dengan “The Reaping”, proses penarikan undian untuk memilih  1 cewek dan 1 cowok sebagai wakil dari masing – masing distrik untuk bertarung sampai mati dalam sebuah permainan bernama “The Hunger Games” sementara semua warga lain diharuskan untuk menonton seluruh prosesi dan melihat wakil dari distrik mereka terbunuh hingga muncul seorang pemenang, yang nantinya akan dilimpahi berbagai hadiah oleh Capitol.

The Hunger Games ini tentu tidak diadakan sekedar untuk hiburan saja gila juga sih ini negara kalo ide hiburannya mereka itu liat anak – anak bunuh – bunuhan namun merupakan sebuah prosesi untuk memperingati perang yang sebelumnya terjadi. Dengan kata lain, Hunger Games adalah cara Capitol untuk menekan distrik 1 – 12 agar mereka tidak memberontak dan melawan Capitol.

Pada Hunger Games ke-74 ini, terjadi sebuah peristiwa yang mengejutkan di Distrik 12, distrik penambang batubara yang miskin. Katniss Everdeen mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk menggantikan Primrose Everdeen, adiknya yang baru berusia 12 tahun. Bersama dengan Peeta Mellark, wakil laki – laki dari Distrik 12, Katniss pun berangkat ke Capitol untuk mengikuti Hunger Games.

Salah satu kerugian menonton film adaptasi iya, ini film adaptasi lo, bagi yang gak tau adalah lo udah punya ekspektasi tertentu hasil dari baca bukunya kalo baca sih ya, bakal ngebanding – bandingin film sama buku, dan yang paling utama adalah udah tau story line-nya.

Untungnya, The Hunger Games enggak mengecewakan. Bagus banget malah. Hunger Games bisa dibilang berhasil berdiri sendiri, dan bahkan orang – orang yang gak baca bukunya pun bakal bisa paham film ini dengan mudah dan bakal bilang film ini bagus. Sementara yang udah baca pun bisa ngacungin jempol dan bilang kalau ini adalah sebuah film adaptasi yang bagus. Walaupun yang namanya film adaptasi, pasti bakal ada kekurangan detail ya. Mungkin bakal ada yang bertanya – tanya kenapa Gale bisa punya 42 nama buat undian itu, sementara Prim cuma 1. Gak disebutkannya Distrik 13 juga lumayan fatal, menurut saya sih.

Hunger Games punya jalan cerita yang bagus dan pace yang lumayan pas, sehingga 142 menit jadi gak kerasa lama. Walaupun harus diakui bahwa menjelang akhir, pace Hunger Games emang jadi keliatan terlalu terburu – buru dan agak dipaksakan. Tapi bisa lah ya bilang itu emang gara – gara Capitol pengen Hunger Games-nya cepet selesai #ngeles. Dari segi cerita toh udah dapet banget. Mungkin pengaruh bagus dari Suzanne Collins – yang notabene penulis bukunya – ikut nulis screenplay bareng Gary Ross sama Billy Ray ya.

Jennifer Lawrence sama Josh Hutcherson juga dapet banget perannya sebagai star-crossed lovers. Biarpun entah kenapa menurut gue mereka mukanya rada datar ya… Dan cerita mereka adalah salah satu bagian yang menurut gue pace-nya terlalu terburu – buru. Hasilnya, feelnya kurang dapet. Love the ambiguity though. Dan Peeta itu adorable banget❤

Suka juga sama Wes Bentley sebagai Seneca, Stanley Tucci sebagai Caesar Flickerman gue baru sadar itu dia setelah ngecek IMDB. Blame the hair, Lenny Kravitz sebagai Cinna, dan tentu saja, our beloved villain, Donald Sutherland sebagai President Snow. But then again, what I remember the most are Amandla Stemberg as our poor little Rue, and Liam Hemsworth as Gale. Biar dikata itu orang dua munculnya dikit yak, tapi toh mereka scene stealer banget. Muka galau-nya Gale itu loh, bikin ngakak tapi kasian.

Selain itu, gue rasa gue harus angkat topi sama Costume and Wardrobe Departmentnya. Susah pasti ngedandani segitu banyak orang Capitol yang dandanannya ala Lady Gaga semua gitu. Settingnya juga bagus, biarpun di beberapa bagian CGnya masih keliatan.

So overall, I love Hunger Games. There’s some flaws, but it still manage to impress me. Dan biarpun udah tau jalan ceritanya pun, bisa tetep dibikin deg – degan nunggu adegan selanjutnya. Kurangnya ya cuma itu, karena rada kecepetan di akhir, tension-nya kurang kebangun, feel-nya jadi rada ilang, dan romance-nya pun jadi sedikit err maksa. Still, it’s a good one.

And yes, I simply love the last scenes, with all the ambiguity and subtle message❤

Rate : 4,25 / 5

Director : Gary Ross. Writer : Gary Ross, Suzanne Collins, Billy Ray. Released on : 22 March 2012. Casts : Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Elizabeth Banks, Lenny Kravitz, Donald Sutherland, Stanley Tucci.

4 thoughts on “The Hunger Games : It’s all about the game

  1. saya salah satu penggemar film adaptasi……. tp selama ini saya selalu punya aturan yang mengharuskan .. baca dan miliki dulu bukunya sebelum lihat filmnya… dari membaca bukunya terlebih dahulu, kita bisa meliarkan imajinasi kita….. baru deh nntn film’a buat liat tekniknya,,,,😀

    • Bisa jugaaa😀 Tapi kelemahannya kadang kalau kayak gitu jadi agak bias waktu nonton filmnya, karena udah punya bayangan sendiri, hahaa #pengalaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s