poster-darah-garuda

Darah Garuda (Merah Putih II) : Republik Indonesia tempat orang orang merdeka bung!

Setelah berhasil menghancurkan konvoi bahan bakar belanda, Amir (Lukman Sardi), Tomas (Doni Alamsyah), Dayan (T. Rifnu Wikana), dan Marius (Darius Sinathrya) melanjutkan perjalanan mereka untuk menyelamatkan Melati (Astri Nurdin) dan Senja (Rahayu Saraswati), dengan membawa serta Major Van Gaartner (Rudy Wowor) sebagai tahanan

Namun, di tengah jalan,  Major Van Gaartner berhasil melarikan diri. Untungnya, Amir dkk masih berhasil menyelamatkan Senja dan Melati, juga Lastri (Atiqah Hasiholan), yang menolong Senja serta Melati di perkebunan Belanda dengan mengorbankan dirinya sendiri. Setelah ditinggalkan Lastri, Amir dkk pergi untuk menemui Pasukan Jenderal Sudirman. Mereka lalu diberi tugas oleh Mayor Fadli untuk menghancurkan pangkalan udara Belanda, dengan dibantu oleh pasukan Sersan Yanto (Ario Bayu). Namun, perjalanan mereka terus dibayangi oleh ancaman serangan dari Belanda, serta ancaman pengkhianatan dari dalam

Dibandingin Merah Putih, Darah Garuda lebih murah hati dalam menyuguhkan adegan adegan perang, biarpun kebanyakan tetep cuma adegan adegan tembak tembakan biasa sih. Darah Garuda juga enggak se-drama Merah Putih yang patut disyukuri biarpun sayangnya, masih kebanyakan adegan bertele tele yang agak mengurangi ketegangan dan bikin bosen. Apalagi banyak bahasa yang terlalu formal. Kalau dipakai saat menghadap atasan atau dalam suasana formal sih oke. Tapi kalau misalnya adegan percakapan biasa pake bahasa formal kan ya wagu -,- Belom lagi kalo merhatiin teks bahasa inggrisnya itu kadang wagu loh kalo dibandingin sama yang diomongin di film. Terus juga teksnya suka kecepetan jadi udah keburu ketauan bakal ngomong apa sebelom tokohnya sendiri ngomong. Agak disturbing sih kalo buat aku

Di Darah Garuda, ceritanya dibuat lebih kompleks dengan memunculkan masalah masalah berlatar kepercayaan seperti pengkhianatan serta ketidakpercayaan antar suku, juga diwarnai hubungan Senja dengan Tomas. Pihak Belanda juga lebih diberi porsi untuk bercerita di sini. Kedatangan pihak pihak baru juga memperumit konflik dalam Darah Garuda. Untungnya, Darah Garuda cukup gamblang dalam bercerita, sehingga bisa dimengerti dengan mudah, bahkan oleh orang orang yang belum menonton film pertamanya soalnya orang orang yang nonton bareng aku yang belom pada nonton Merah Putih paham paham aja sama Darah Garuda Namun sayangnya, pada beberapa titik Darah Garuda terjebak pada penyelesaian yang agak maksa, dan bahkan klise.

Drama masih diberi porsi cukup besar dalam film ini, dan bahkan diselipkan di sela sela adegan peperangan yang menegangkan. Memang kadang memancing emosi , namun tidak jarang juga malah jadi mengurangi ketegangan karena percakapan yang terlalu lama dan formal di sela sela baku tembak. Selain itu, Darah Garuda juga masih mempertahankan cerita beberapa-pejuang-versus-buanyak-pasukan-Belanda. Mungkin maksudnya menggambarkan keadaan saat itu di mana pasukan Belanda tidak sebanding dengan pasukan Indonesia, tapi di sisi lain jadinya Hollywood banget.

Kalau diibaratkan sebagai sebuah acara makan, Darah Garuda berniat menghidangkan adegan action yang sangat wow sebagai main course. Masalahnya, Darah Garuda diklimakskan di akhir, sehingga penonton sudah keburu kenyang dengan appetizer yang terlalu banyak dan malah jadi membosankan saat akhirnya main course dihidangkan. Cukup memuaskan memang, namun sudah tidak menyisakan tempat lagi untuk dessert yang harusnya bisa menjadi penutup yang manis dalam sebuah acara makan. Bahkan hampir hampir tidak ada dessert dalam acara makan kali ini. Hasilnya? Bukan tidak mungkin penonton sudah kenyang dengan appetizer sehingga tidak lagi peduli dengan main coursenya. Ini harus diperbaiki dalam sekuel ketiga Merah Putih yang rilis Desember ini Kok kejar tayang kayak sinetron sih?

Bagaimanapun, Darah Garuda cukup berhasil dalam menghadirkan sebuah film perjuangan karya anak bangsa walaupun tidak 100% anak bangsa juga sih ya yang nggarap yang lumayan memuaskan. Paling tidak bisa memberi gambaran lah tentang perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan

Btw gue suka banget waktu Tomas ngerobek bendera Belanda jadi bendera Merah Putih! Kereeen. Dan waktu Van Gaartner nginterogasi Wayan itu yaampun mukanyaaaaa bikin ngakak sumpah

Marius : Baru naik pangkat, kita langsung diberi misi bunuh diri. “Apapun caranya, apapun resikonya”
Tomas : Tenang Marius. Kita hanya harus menghancurkan pangkalan udara sial itu
Marius : Ya tapi bagaimana caranya?
Wayan : Apapun caranya, apapun resikonya

Rate : 3 / 5

Director : Conor Allyn & Yadi Sugandi

Writer : Conor Allyn & Rob Allyn

Released on : 8 September 2010

Casts : Lukman Sardi, Doni Alamsyah, T. Rifnu Wikana, Darius Sinathrya, Astri Nurdin, Rahayu Saraswati, Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Alex Komang, Rudy Wowor

5 thoughts on “Darah Garuda (Merah Putih II) : Republik Indonesia tempat orang orang merdeka bung!

  1. Hidup om donny … ” Torang Dukung Ngana Slalu ” Perwira Thomas yg pmbrani slalu brarti bagi indonesia . pengen nonton 2 x tpi telat udh gak tayang lg … plang dri bioskop langsung ngimpiin lg shoot di DG deh .. hahaha … untk tnte sara berjuang juga ya jngan mau kalah Senja .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s